Bentuk Tari Lenggang Patah Sembilan dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara

Dinamakan tari Lenggang Patah Sembilan karena sesuai dengan pepatah Melayu lama. “Lenggang Patah Sembilan, semut dipijak tidak mati, antan terlanda patah tiga”. Makna yang tersirat pada tarian mengungkapkan corak tarian ini sangat lembut namun pasti. Menyatakan bahwa seseorang itu harus memiliki budi pekerti yang halus dan luhur, tetapi mempunyai ketegasan dalam berpikir dan bertindak.

Gerakan Dasar Tarian

Kaki : Melangkah
Badan : Merendah, dada tegap
Tangan : Melenggang seperti orang berjalan.
Kepala : Lurus memandang ke depan
Hitungan : 1-4

Kaki Kaki kanan melangkah ke kanan disusul Kaki kiri meyilang di belakang kaki kanan.

Kaki kanan ditarik kembali sejajar dengan kaki kiri (dilakukan sama saat gerak ke arah kiri)

Badan Badan tegap dan merendah

Tangan Tangan kanan ditekuk membentuk siku-siku disamping badan, telapak tangan diputar, telapak tangan tegap

Tangan kiri ditekuk disamping memegang kain (gerakan dilakukan sama saat bergerak kekiri)

Kepala Menoleh ke kanan dan ke kiri sesuai arah gerak tangan

Hitungan 5-8

Bentuk Tari Lenggang Patah Sembilan dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara





Ragam Gerak Tari Lenggang Patah Sembilan

1.  Bentuk gerakannya nLenggang di tempat dan Patah Sembilan 1 x 8

pola gerakan kaki di lantai seperti pada gambar berikut ini

Bentuk Tari Lenggang Patah Sembilan dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara
2.  Gambaran gerakan Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke belakang) 1 x 8
Perhatikan pola kaki di bawah ini.
Bentuk Tari Lenggang Patah Sembilan dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara




Untuk gerakan - gerakan selanjutnya di muali dari no 3 sampai no 14 silahkan simak tabel di bawah ini.

Bentuk Tari Lenggang Patah Sembilan dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara
Demikian tentang Bentuk Tari Lenggang Patah Sembilan dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara, semoga bermanfaat.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel