Sikap Awal dan Lima Langkah Berirama Dalam Lempar Lembing

Sikap Awal dan Lima Langkah Berirama Dalam Lempar Lembing - MaoliOka. Dalam olahraga atletik lempar lembing selain cara membawa lembing yang baik dan benar serta cara memegang lembing yang baik dan benar, cara lain yang bisa membuat kita mudah dan mendapatkan lemparan terjauh adalah sikap awal dan lima langkah berirama sebelum lembing diluncurkan.

Sikap awal dan lima langkah berirama akan memberikan kekuatan dalam meluncurkan lembing pada atlet sebelum lembing benar - benar di luncurkan.

Perhatikan langkah di bawah ini.

1. Sikap Awalan

Sikap awal atau lari ancang - ancang tujuannya untuk mempercepat gerakan melempar lembing. Dalam lempar lembing ada dua macam awalan yang sering digunakan, yaitu : awalan silang (cross-step) dan awalan jangkit (hopstep). Lempar lembing yang mempergunakan awalan silang (cross-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya silang, sedangkan lempar lembing yang mempergunakan awalan jingkat (hop-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya jingkat.

Perhatikan gambar berikut ini


Sifat-Sifat Teknis Sikap Awal

Secara teknis sikap awalan dalam lempar lembing bisa diperhatikan sebagai berikut

a. Lembing dipegang horisontal/mendatar diatas bahu.
b. Bagian atas lembing adalah setinggi kepala.
c. Lengan diupayakan tetap tenang-stabil (tidak bergerak kemuka ke belakang)
d. Lari-percepatan adalah relax, terkontrol dan berirama (6-12 langkah)
e. Lari percepatan sampai mencapai kecepatan optimum. Lari ini dipertahankan atau ditingkatkan dalam lari ‘ lima-langkah berirama’

Kesalahan - Kesalahan Sikap Awal

Kesalahan yang sering terjadi ketika lari awalan membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Untuk lebih memudahkan silahkan bayangkan dan lakukanlah keterampilan gerak dari lari awalan membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.


2. Pase Lari Lima Langkah Berirama

Ada dua macam pase lari 5 langkah berirama, yaitu Phase Lari 5 Langkah Berirama (Penarikan) dan Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls).

Phase Lari 5 Langkah Berirama (Penarikan). 

Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls), tujuannya adalah untuk menempatkan lembing dengan betul untuk dilempar.
Pase ini sangat penting sekali, karena jika terjadi kesalah dalam posisi lembing bisa saja lembing tidak meluncur dengan benar.
Dengan demikian jarak lempar yang dicapai tadak akan maksimal.

Silahkan perhatikan gambar berikut ini



Sifat-Sifat Teknis Pase Lari Lima Langkah Berirama Langkah Penarikan

Hal - hal yang bersifat teknis ini sangat penting untuk diperhatikan, karena akan memberikan kekuatan kepada seorang atlet dalam melemparkan lembingnya.

a. Penarikan (lembing) dimulai pada saat kaki kiri mendarat.
b. Bahu kiri menghadap kearah lemparan, lengan kiri ditahan didepan untuk keseimbangan
c. Lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkah a & b.
d. Lengan pelempar ada pada setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan.
e. Ujung/mata-lembing adalah dekat dengan kepala.

Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls)

Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls) tujuannya untuk menempatkan dan mempersiapkan badan untuk pelepasan lembing (delivery).



Sifat-Sifat Teknis Pase Lari Lima Langkah Berirama Langkah Impuls

Sifat - sifat tenis yang penting dalam melakukan lima langkah berirama langkah impuls adalah sebagai berikut 

1. Dorongan adalah aktif dan datar dari telapak kaki kiri (tidak kehilangan kecepatan).
2. Lutut kanan diayunkan kedepan (bukan keatas)
3. Badan condong kebelakang : kaki dan badan menyusul lembing.
4. Bahu kiri dan kepala menghadap arah lemparan
5. Poros lengan pelempar dan poros bahu adalah paralel.
6. Langkah impuls adalah lebih panjang dari pada langkah pelepasan


3. Tahap Pelepasan Lembing

Pada tahapan ini dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu transisi, power, gerakan lempar, pelepasan dan posisi akhir.
Hal ini perlu dibedakan, karena memiliki karakteristik yang berbeda - beda. Dengan memaksimalkan potensi setiap langkah tersebut bisa memabuat lemparan lembing maksimal.

Tahap/Phase Pelepasan Transisi

Phase atau tahapan Pelepasan (Delivery) Lembing. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari kaki-kaki ke badan. Silahkan perhatikan gambar berikut ini.


Sifat-Sifat Teknis Pase Pelepasan lembing

1. Kaki kanan ditempatkan datar pada suatu yang akut ke arah lemparan.
2. Kaki-kaki telah menyusul badan.
3. Poros-poros bahu,lembing dan pinggang adalah paralel.
4. Lutut kanan dan pinggang didorong ke depan secara aktif.
5. Lengan pelempar tetap diluruskan.

Tahap/Phase Power

Phase Pelepasan Lembing ini tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari badan ke bahu.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini

Sifat-Sifat Teknis Pase Pelepasan lembing Tahap Power

1. Penempatan kaki kiri adalah aktif dan solid/kokoh
2. Sisi kiri diseimbangkan
3. Badan diangkat dan ada gerakan memutar melingkari kaki kiri.
4. Otot-otot pada bagian depan badan adalah dibuat pra-tegang yang kuat dalam ‘Posisi Lengkung’ ( gambar ke dua pada gambar di atas)
5. Bahu tangan pelempar didorong kedepan
6. Siku lengan pelempar berputar ke dalam, telapak tangan tetap ke atas.

Tahap Gerakan Lempar

Phase Pelepasan / Delivery. Tujuannya untuk mentransfer kecepatan dari bahu/lengan ke lembing.
Dengan gerakan yang baik, maka akan dihasilakn kekuatan yang besar dan lemparan lembing yang maksimal.

Bisa dilihat pada gembar berikut ini

Sifat-Sifat Teknis Pase Lemparan

1. Kaki kanan memutar pada sisi luarnya dan ditarik ke belakang lihat pada gambar yang diberikan nomor (1)
2. Badan sedikit miring ke kiri, bahu kanan langsung di atas kaki kiri lihat pada gambar yang diberikan nomor (2) dan (3)
3. Lengan pelempar harus sedekat mungkin vertikal pada saat lembing dilepaskan lihat pada gambar yang diberikan nomor (3).

Tahap Sikap Akhir

Phase tahap akhir atau Pemulihan (Recovery) tujuannya untuk menghentikan gerakan badan ke depan.

Perhatikan gambar berikut ini



Kesalahan - Kesalahn yang Biasa Dilakukan

Kesalah Pada Tahap Persiapan Melepas Lembing

Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melepas lembing adalah tidak melepas dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melepas dengan sudut terlalu besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. 

Kesalah Pada Tahap Akhir Melempar Lembing

Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melempar lembing adalah tidak melempar dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melempar dengan sudut terlalubesar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. 

Untuk lebih mudahnya silahkan terlebih dahulu bayangkan dan lakukanlah keterampilan gerak dari melempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

Sekian yang bisa maoliOka bagikan seputar sikap awal, sikap limalangkah dan sikap persiapan sampai sikap akhir semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel