Tepatkan Kegiatan Belajar Diliburkan Selama 14 Hari?

Entah seperti apa teknisnya saat ini untuk pencegahan virus corona banyak sekolah yang memberikan kebijakan libur selama 14 hari. Mungkin kenapa 14 hari dimabil sebagai asumsi bahwa 14 hari itu masa inkubasi virus corona dalam tubuh. Jika lebih dari 14 hari tidak terjadi apa - apa kemungkinan tidak terkena virus corona. Untuk itu maka libur saja selama 14 hari supaya anak - anak sekolah tidak kumpul dan tidak berinteraksi dengan banyak orang sehingga dengan demikin penularan virus corona bisa dicegah.

Benarkan akan seperti itu teknis yang berjalan?

Negara +62 ini memang luar biasa. Kebijakan yang diberikan tujuannya supaya tidak kemana - mana. Supaya dirumah saja, supaya tidak tertular atau menulari orang lain. Maka bagi negeri +62 kebijakan libur 14 hari ini justru untuk liburan. heheheh
Tujuan awalnya supaya tidak kemana - mana eh jadi kemana - mana dan lebih liar. Liar dalam artian justru arah dan tujuan jadi tidak terkontrol karena tidak keluarga akan memiliki acara masing - masing. Sebetulnya jika tidak libur siswa akan kesekolah saja tapi jika libur bisa ke pantai, bisa ke luar kota, bisa ke mana - mana bahkan mungkin pelesiran keluar negeri.

Justru dengan demikian bisa jadi ditempat liburan itulah siswa malah berpeluang besar tekena corona.
Misalkan libur 14 hari atau belajar dirumah 14 hari apapun namanya yang oleh warga +62 justru dijadikan waktu liburan ke daerah yang berbeda. Misalkan liburan ke luar negeri, eh jutru malah dihari ke 10 diluar negeri tersebut terpapar corona. Kan pas masuk kesekolah malah masalah. Malah menulari orang lain. Bukankan terrpapar dibawah 5 hari masih biasa gejalanya.

Manurut saya bukan tidak tepat belajar dirumah atau libur 14 hari, namun edukasi ke warga +62 ini harus matang dulu. Harus dikasih tahu terlebih dahulu tujuannya apa, targetannya apa saja. Jika main libur - libur saja ya sudah jadi liburan saja.

Mungkin menurut saya supaya lebih terkendali justru bukan libur atau belajar dirumah 14 hari, tapi sementara waktu menggati kegiatan belajar normal dengan edukasi kebersihan dan kesehatan. membuka wawasan tentang kesehatan disekolah - sekolah.
Selain itu berikan pengecekan - pengecekan kesehatan seperti pengecekan dini corona bisa stiap hari kepada warga sekolah mulai guru, siswa, karyawan sekolah dan lain - lian. Mungkin itu akan lebih mengontrol orang daripada diliburkan dan kegiatan diserahkan kepada masing - masing individu.

Dengan adanya edukasi full selama 14 hari tentang kesehatan seharusnya pencegahan akan bisa dioptimalkan. Apalagi ditambah dengan pengecekan kesehatan rutin misalkan suhu tubuh saat masuk sekolah di cek. Jika ada kenaikan langsung diperiksa lebih lanjut.
Dengan cara - cara seperti ini harusnya lebih terkendali. Tapi entahlah sudah juga liburannya....
Yang belum menerapkan mudahan mempertimbangkan cara lain selain libur dan dibirkan bebas.



6 komentar untuk "Tepatkan Kegiatan Belajar Diliburkan Selama 14 Hari?"

  1. Libur ini memang agar penularan korona disetop sehingga jumlah korban bisa diminimalisir. Bagi kaum rebahan ini menyenangkan, tapi bagi si extrovert bikin bete. Ujung2nya malah liburan ke mall hehe.... Saya rasa pemerintah harus tegas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya harus ada binaan, harus ada pengecekan lebih luas lagi.

      Hapus
  2. meski mungkin tidak efektif tapi itu salah satu solusi mengurangi kecepatan penyebaran corona

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia sih dan sepertinya masyarakat sudah mulai banyak antisifasi. Mulai bertindak

      Hapus
  3. Ditempat saya pada liburan, kadang lucu juga
    Bahkan sampai satpol pp mengadakan razia, kedaptan anak sekolah yang lagi main langsung dikandangkan.
    Bagi saya terlalu terburu-buru, dampak bagi perekonimian sangat terasa sekali
    Pedagang pada mengeluh, dua minggu harus makan tapi tak ada yang dimakan.
    Disini mal tetap ramai, orang pada borong makanan itu bagi yang mampu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus ada eduksi tapinkayanya sudah mulai singkron degn tujuan pemerintah. Mulaibsadar masyarakat

      Hapus

Posting Komentar